I have to admit that I've been an irresponsible PJ lately. Penanggung jawab yang tidak bertanggung jawab. Kemarin gue ga masuk karena sakit. Tapi orang pada ngira gue kabur, padahal gue udah melek sampe jam 2 cuma buat ngurusin Mesis. Dan urusan ini kian tak jelas. Dan seperti tak kunjung berakhir. Capek sih, tapi ya mau diapain lagi. Lebih baik ada yang ngerjain daripada nggak sama sekali kan?
Ya, itu lah gue. I have big dreams, and ignore the small details. Kata Kak Pras, justru detail-detail kecil itulah yang nantinya akan menjatuhkan kita kalau tidak dipersiapkan baik-baik. And I guess he's right. I have visions, but I don't know how to get there. Ada 1001 jalan yang bisa ditempuh, tapi percuma juga kalo lo nggak tahu jalan yang mana.
Gue udah ada di ambang ke-hopeless-an. I've ruined my image. GAH! Ada 93 orang, tapi pada akhirnya yang kena apes ya gue. Susah lah untuk narik 93 orang kalau mereka sendiri nggak mau bergerak. Sebenernya ca.ang angkatan gue udah membuat progress, tapi ketutupan sama mereka yang belum. Pada akhirnya gue sampai di satu titik dimana gue akan merelakan kalau sampai salah satu diantara 93 orang ini memutuskan untuk berhenti sampai sini. Gue mikirnya... kalau jari seseorang infeksi, apa dia akan membiarkannya membusuk sampai menginfeksi seluruh tubuhnya atau dia amputasi aja? Bukannya gue apatis, tapi gue nggak punya cukup lem untuk menyatukan all the pieces together.
Kecewa lah, pastinya. Gue kecewa sama temen-temen gue, tapi most of all, gue kecewa sama diri gue sendiri karena gue belum mampu untuk mempersatukan angkatan gue. Masalahnya, one person can't conquer it all. Kalau dari dasarnya toh emang anak-anak itu nggak mau bersatu, ya susah lah. Other than that, one thing I don't like most is that anak-anak ini inisiatifnya kurang. Don't ALWAYS wait for me to make the first move. Don't talk trash BEHIND their back when you keep yourself mum in front, forum itu kan bentuk komunikasi dua arah, oke mungkin if you say something wrong you'll be hunt down, but doesn't necessarily mean that they'd stab you with a knife if you make a mistake. I wouldn't blame my seniors for marah-marah and all, karena they have the rights to be angry... or mad, or mad in another sense.
Tau deh. Stres.
Oh well, moving on to the next subject. Broken-hearted-fixer-hoover-sucker-girl. Udah biasa aja sih sekarang. Things didn't go awkward between us. As promised. He's still my friend. Ah males ngomongin ginian. Don't know if you've got the chance to read the post. Tadi si Aga bilang, 'Ngapain lo nulis blog kalo orang lain ga boleh baca?' Bukannya gue nggak ngebolehin dia baca, tapi gue males kalo dia bacanya depan muka gue. You know who YOU are. I'm not desperate, it's just fun to get yourself tangled in this kinda drama. Bukan drama juga lah. EWH oke gue lagi jijik membayangkan the conversation we had earlier today.
Oh ya. Gue baru ngeh. Kemarin adalah hari pertama dalam 3 minggu terakhir dimana gue sama sekali nggak bertemu sama Aga dan Hiyal. Hiyal jadi tambah alay *peningkatan sindrom kealayan yang konstan*, Aga jadi agak ganteng kalo pake kacamata gue.......... NGGAK DENG, ADANYA MALAH TAMBAH JIJIK MINTA DITUSUK GUNTING ANJIRRR. Dan untuk pertama kalinya, gue gak belajar dan klepek-klepek pas ngerjain soal ekonomi.
And my grades are free-falling. And my mom is marah-marahing. It seems as if she doesn't trust me anymore. Dikirain gue berubah jadi pemberontak binal. AH yang bener aja deh, dari muka aja kelihatan presentase kenakalan gue itu 0,1%. Gara-gara gue suka males angkat telepon (ya siapa yang mau ngangkat kalo adanya dicelotehin mulu) Dan yang paling aneh, waktu gue terpaksa ke rumah Aga sendirian jam 11 malem, nyokap gue panik. HELLO, DIKIRA MAU GUE APAIN ITU COWOK?!?!?! *atau kebalikannya*
Terus, I LOVE ANTO IKIKIKIKIK. Udah ganteng, baik, transportasi terjamin pula!!!!! And I miss my softball buddies. I haven't gone to the field in years........ OKE LEBAY, baru 3 minggu but it feels like... YEARS!!!

